Maqom

Maulana Muhammad Al-Baqir

( Syekh Subakir )

Dalam berbagai catatan sejarah yang kuat, Syekh Subakir memiliki nama asli Maulana Muhammad Al-Baqir yang berasal dari persia (iran). Beliau adalah putra Syekh Jamaluddin Syah Jalal atau Syekh Jumadil Kubro. Syekh Subakir ahli dalam bidang spiritual, ahli ekologi lingkungan, ahli dagang, ahli rukyah, ahli nujum (ramalan) dan Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni jin jahat


Maulana Muhammad Al-Baqir bersama delapan rombongan ulama sufi lainnya diutus Sultan Muhammad Jalabi (Mehmed 1) dari Istanbul, Turki Utsmaniyah (Ottoman), Turki tahun 1404 M untuk berdakwah menyebarkan agama Islam di sebuah wilayah yang kaya akan rempah-rempah khusunya pulau jawa. Syekh Subakir berangkat dari Turki ke Jawa bersama ayahnya, Syekh Jumadil Kubro dan saudara-saudara kandungnya seperti :


Paman Syekh Subakir bernama Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara

Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan

Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir

Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko

Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara

Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan

Maulana Hasanudin, dari Palestina

Maulana Aliyudin, dari Palestina

Syekh Maulana Maghribi

Maulana Malik Ibrahim ( Sunan Gresik ) merupakan adik Syekh Jumadil Qubro. Dengan begitu, Syekh Subakir adalah keponakan Sunan Gresik. Rombongan tersebut dibiayai secara penuh oleh Kasultanan Turki Ottoman pada saat itu. Dengan begitu Syekh Subakir masuk ke dalam sembilan wali yang ditunjuk Kekalifahan Turki Utsmani untuk berdakwah di Tanah Jawa. Keberhasilan Syekh Subakir membuatnya menjadi sangat terkenal di Nusantara saat itu. Imbasnya, masyarakat begitu fanatik terhadapnya dan seolah menuhankan beliau.


Atas dasar itu pula, Syekh Subakir akhirnya memutuskan untuk kembali ke Persia pada tahun 1462 M. Kepulangan Syekh Subakir dimaksudkan untuk mengembalikan ketauhidan masyarakat Jawa agar tidak terlalu fanatik terhadapnya. Bebeberapa tahun setelah pulang, Syekh Subakir wafat. Secara Estafet, dakwah Islam di Nusantara lalu dilanjutkan oleh Wali Songo.

thin
Open chat
Selamat Datang di Kebun Raya Gunung Tidar. Ada yang bisa kami bantu?